BAGI PARA ORANG TUA YANG
ANAKNYA DINYATAKAN "BERMASALAH" DENGAN PELAJARAN DI SEKOLAH
coba tolong baca artikel ini
please....
Apakah kita atau anak kita atau
murid kita memiliki kemiripan dengan ciri-ciri ini ?
Berdasarkan temuan dalam bidang
sains otak, (Roger Speery peraih nobel untuk
penelitiannya tentang fungsi otak kiri dan otak kanan) diketahui bahwa otak
berpikir manusia terbagi atas belahan otak kiri dan kanan. Masing-masing
belahan memiliki kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi.
Mirip seperti tangan kita ada
kiri dan ada kanan. Ada sebagian orang yang lebih dominan menggunakan kiri atau
yang sering disebut sebagai anak kidal, ada yang dominan kanan tapi ada juga
yang seimbang. Otak juga sama dengan tangan dalam proses bekerjanya dia selalu
bersama-sama saling melengkapi, hanya tetap saja ada yang sedikit lebih dominan
dari lainnya. Persis seperti tangan kita.
Karena selama ini yang kita
ketahui hanya kemampuan dan sifat-sifat otak kiri, maka standar ke normalan
berpikir seorang anakpun didasarkan pada cara bekerjanya otak kiri.
Sebelum para ilmuan otak
menemukan ini kira-kira 20 tahun yang lalu, maka anak-anak yang cenderung
dominan otak kanan sering dikategorikan bermasalah. Padahal sesungguhnya mereka
bukan bermasalah melainkan memiliki sifat-sifat yang lebih di dominasi otak kananya.
Mari kita perhatikan
ciri-cirinya,
1. Sulit mengikuti pelajaran
disekolah.
2. Terlambat bicara
dibandingkan anak seusianya
3. Pada awal-awal sering lebih
kuat tangan kiri (kidal) dan sering terbalik
memakai sendal/sepatu.
4. Jika berbicara tidak runtut
dan sistematis dan sulit dipahami
maksudnya./bicara melompat-lompat antar satu
topik dengan lainnya.
5. Persaannya sangat
sensitif/peka, emosional cenderung moody (mengerjakan
sesuatu sesuai mood)
6. Sulit mengungkapkan
keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit
menyusun kalimat untuk
mengungkapkan perasaannya.
7. Cepat hafal tempat/lokasi,
tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat
yang pernah dikunjungi meskipun
hanya sekali.
8. Sering bicara tidak nyambung
dengan pertanyaan.
9. Kadang suka berkhayal dan
bicara sendiri menceritakan fantasinya
10. Kadang bercerita ke satu
tempat yang sebenarnya belum pernah di
kunjunginya seolah-olah seperti nyata.
11. Konsentrasi rendah pada
pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh
gurunya tapi sangat tinggi pada
hal-hal yang menarik perhatiannya.
12. Sering membuat cara baru
dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang
suka cara yang di ajarkan oleh
gurunya.
13. Lebih suka permainan
rangcang bangun seperti lego dsb.
14. Suka keluar dari kelompok
dan melakukan aktivitasnya sendiri.
15. Sebagian ada yang sudah
tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek
mobil, jenis pesawat dsb.
dalam usia yang relatif sangat dini
16. Sulit diajari mengeja suku
kata
17. Waktu kecil sulit
membedakan huruf d dengan b
18. Jika menulis huruf sering
terbalik antara W dengan M atau E dengan 3
19. Sulit mengerjakan soal-soal
matematika logika/rumus-rumus
20. Sebagian lagi sulit
mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali
diberikan contoh
analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu
benda-benda.
21. Sering memandang ke atas
dan terlihat seperti melamun
22. Kurang suka mencatat dan
lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar
disana-sini.
23. Sering membaca melompat dan
beberapa kata tertinggal atau terlompati
24. Jika sudah mengenal
huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka
dari belakang atau dengan
urutan terbalik dengan cepat & tepat.
25 Selalu menghindar jika di
ajak belajar baca atau menulis, dengan berbagai
alasan. Dan lebih suka
menggambar atau bermain.
Para orang tua dan guru yang
berbahagia....
Apakah ciri-ciri tersebut
sebagian ada yang mirip dengan anak anda di rumah? Kalau "Ya" jangan
khawatir, anak anda sama sekali bukan bermasalah melainkan lebih dominan otak
kananya.
Yakni anak-anak yang memiliki
keunggulan dalam bidang Seni, Imajinasi, Desain, Rancang bangun, dan para
pencipta baik dibidang sains atau dibidang seni.
Bagaimana cara mengelolanya
agar ia bisa mencapai potensi unggul yg dimilikinya??
Berfokuslah pada keunggulan dan
bukan pada kelemahannya, Petakan potensi unggulnya dan dukung agar berkembang
dan bukan membebaninya dengan berbagai mata pelajaran yang tidak disukainya.
Komentar
Posting Komentar